Pages

    Selasa, 10 Mei 2011

    Will It Be?

    Hari ini kelompok A8 melaksanakan field lab di puskesmas Banyudono, Boyolali. Dan ternyata Bapak Kapuskes adalah suami dari salah satu dosenku. Tak perlu lah kusebut nama beliau-beliau itu. Tapi yang pasti, mereka adalah orang yang sangat ramah. Sang ibu dosen pernah memberi materi injeksi saat skills lab injeksi dan pungsi vena, dan beliau membawakannya dengan senyum yang tak putus-putus. Begitu ramah dan tenang. Pun Bapak Kapuskes, mengantarkan materi pengendalian wabah DBD dengan kata-kata renyah. Begitu ramah dan tenang. Begitu serasi mereka. Pasangan dokter yang serasi...

    Dan hal ini membuatku bermimpi...

    Ah, andai suatu hari nanti aku memiliki suami yang juga seorang dokter... Dengan iman yang jauh lebih kuat daripada diriku ini yang begitu akrab dengan fluktuasi iman yang sering terjun bebas. Dengan ketenangan jiwa yang lebih besar, agar ia dapat membimbingku sehingga tak berat kulepaskan hak duniaku untuk akhiratku. Agar ada tempatku bertanya tentang pasien-pasienku nanti yang datang dengan jutaan variasi masalah. Agar ringan bebanku nanti jika menjadi dokter, karena dunia yang kami geluti sama.

    Tapi untuk itu, tentu aku harus mematutkan diri. "Bagaimana bisa mendapat suami sekualitas Ali jika hati belum selembut Fatimah"?

    
    

    0 komentar:

    Posting Komentar