Dan hal ini membuatku bermimpi...
Ah, andai suatu hari nanti aku memiliki suami yang juga seorang dokter... Dengan iman yang jauh lebih kuat daripada diriku ini yang begitu akrab dengan fluktuasi iman yang sering terjun bebas. Dengan ketenangan jiwa yang lebih besar, agar ia dapat membimbingku sehingga tak berat kulepaskan hak duniaku untuk akhiratku. Agar ada tempatku bertanya tentang pasien-pasienku nanti yang datang dengan jutaan variasi masalah. Agar ringan bebanku nanti jika menjadi dokter, karena dunia yang kami geluti sama.
Tapi untuk itu, tentu aku harus mematutkan diri. "Bagaimana bisa mendapat suami sekualitas Ali jika hati belum selembut Fatimah"?
![]() |


0 komentar:
Posting Komentar