Ayah, Ibu, apa yang harus kulakukan?
Aku masih belum bisa menoleransi kekalahan
Ingatkah saat aku kecil, saat aku tak menjadi juara dalam lomba menggambar, tak sekali pun aku tak menangis karenanya?
Padahal jantungku berdegup begitu kencang karena begitu berharap
Ayah, ibu, aku hanya tak mau menjadi orang yang angkuh
Yang menganggap akulah yang ‘selalu’ layak menang
Aku tak mau menjadi yang merasa sempurna
Padahal ada begitu banyak hal yang kotor dan rusak dalam diri
Aku… masih begitu tersiksa dengan keangkuhan ini
Maka, doakan aku, ayah, ibu, agar keangkuhan ini lekas padam
Agar keangkuhan ini tak membakar diriku dan orang lain
Agar aku sibuk bermuhasabah diri, bukan sibuk mencari pembenaran atas kesalahan

0 komentar:
Posting Komentar